WELCOME

Wilujeng Sumping Selamat Datang di Website Lya Nurcahyanti :).

KESENDIRIAN

Ada saatnya dalam hidupmu engkau ingin sendiri saja bersama angin menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata. (Bung Karno, 1933)

Keep Safety

Ganteng-ganteng kok hobinya nerobos pintu perlintasan KA? Kalo kamu mati, terus akunya sama siapa?

KISAH CINTA RF

Kunjungi Blog yang berisi tentang kisah cinta para penggila kereta api :)

AYAH TERHEBAT

Ukuran seorang Ayah yg SUKSES bukanlah PRIA yg paling KAYA, melainkan seorang AYAH yang anak PEREMPUANnya berkata: "Aku ingin seorang SUAMI yang seperti Ayah"

MEMANTASKAN DIRI

Ketika kita mengharap dipertemukan JODOH yang mulia, berusahalah untuk memuliakan diri sendiri. Karena ini janji Allah: Orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. So, "Muhammad-kan dirimu agar Allah meng-Khadijah-kan jodohmu, Fatimah-kan dirimu agar Allah meng-Ali-kan kekasihmu"

SEJARAH

Taukah sejarah itu apa? Yang dimana cerita itu membahas tentang kejadian-kejadian masa lalu..

AYAH

Hai Pahlawan keluarga.. Senyummu merindukan sekali, tak pernah luput rinduku saat senyummu tak lagi tergaris ...

IBUKU JUGA PAHLAWANKU

Ibu... Masihkah kau bersemangat untuk menggaris senyumanmu untuk anak-anakmu ini?

Perjuangan

Bukankah hidup itu penuh perjuangan? Pantang menyerah dan gapai yang terbaik..

Customer Service Mobile

Pelayanan mengutamakan kepuasan pelanggan, salah satu kunci untuk melakukannya adalah tetap tersenyum dalam situasi apapun dan keep calm :)

SUPPORT

“All will be fine, u must be strong!! I believe u could pass it all. Keep ur smile on ur lips. U can do it!!”

CSM KAI

Dinas CSM di Stasiun saat berpuasa itu sesuatu, benar-benar perjuangan. Tapi senyum dan semangat harus selalu terpancar :)

Cinta Alam

Dan sudah sepantasnya bersyukur pada-Nya telah diberikan izin untuk melihat indahnya semesta alam :)

Sejuknya Ciptaan-Nya

Bersyukur pada Sang Pencipta atas segala yang telah disuguhkan selama di dunia. Alhamdulillah..

Railway

Kendaraan apa yang memiliki jalur khusus selain busway? Ya, Kereta Api :)

I'M RAILFANS

Kereta Api memang benda MATI, tapi disanalah aku banyak temukan pelajaran tentang HIDUP, Jangan sekalipun coba untuk Jauhkan Aku Darinya :)

Gak selalu

Gak selalu aku cantik (katanya) ada kalanya aku ancur, norak, Iseng, Usil, kocak dan bikin teman-teman malu punya teman kaya aku :D

RESERVASI TIKET

Beli tiket KA Mudah loh.. bisa dari Gadget kita ataupun ke Minimarket terdekat, ga perlu jauh-jauh ke Stasiun :)

Aliran Air

Hidup itu seperti air mengalir. Meski terhalang batu besar, pasti bisa mencari celahnya..

INILAH AKU

Tak peduli apa kata orang, inilah aku. berusaha menjadi pribadi terbaik dan dibanggakan kedua orang tuaku.

THANK YOU

Terima kasih telah berkunjung, sering-sering yaa :)

Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts

Monday, June 4, 2018

Kamu yang Tak Ku Miliki

Pagi yang terasa sejuk dan sedikit menggelap, bertanda ragu pada hujan ingin jatuh atau tidak..

"Selamat Pagi, Honey.."
Ucapan rutin yang kau katakan di setiap paginya. Tak pernah telat ataupun lupa. Senyum dari bibirku pun menyambut dengan hangat atas sapamu..
"Pagi juga, Honey.."

Angin bersiul agak syahdu, mengingatkan hari semakin berlaju dan berjalan. Mengingatkan bahwa sosok itu tak mampu ku miliki sepenuhnya.

Bayang setiap bayang datang sekedar mampir tanpa permisi, tanpa peduli aku mengharapkannya atau tidak. Aku paham bahwasannya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Banyak hal yang mungkin aku slalu fikir ini kebetulan. Tapi ku paham, Tuhan selalu mempunyai rencana lain akan hal ini. Aku mencintai dia yang tak mungkin ku miliki, sama halnya dengan dia. Terbatas dinding persahabatan antara Dia dan Sahabatnya yang saat ini menjadi Kasih dalam hidupku. Aku bingung apa mau Tuhan menuliskan cerita serumit ini. Mungkin harapanku tentangnya telah pupus. Begitu pula harapannya untuk bersamaku hanya tinggal remahan-remahan hancur dan tak berguna seiring dengan berjalannya waktu demi hari besarku. Hal ini jelas kebodohanku, aku tak pernah melihatnya saat ia memperhatikan aku saat itu.

Sejak awal kita sudah tahu hari itu akan datang bukan? Hari dimana tidak ada lagi yang bisa kita usahakan. Hari dimana kita harus menyerah kalah pada keadaan. Sungguh sayang, bukan perpisahan yang aku ingikan. Bukan jauh darimu yang aku harapkan. Aku mencintaimu! Perempuan mana yang ingin berpisah dari orang yang benar-benar dicintainya? Kita hanya mampu saling bertahan dengan kondisi yang saling mengisi ruang sebelum hari itu, saling menjaga, dan mencintai.

Kamu harus percaya..
Hatiku pun sama nyerinya, sama terlukanya sepertimu. Tapi mau bagaimana? Ada dinding terlalu tinggi yang berdiri kokoh di antara kita. Aku bukan tidak mau berjuang lagi, trek seterjal apapun sanggup aku lewati asal kita bisa bersama, tapi tidak untuk yang satu ini. Tidak tentang Dia yang kita sebut dengan cara berbeda. Ada banyak yang harus kita pikirkan perasaannya, tapi tidak untuk menggores hati orang tua.

Aku butuh kamu..
Aku tak pernah memintamu pergi dan benar-benar pergi, karna aku tau aku rapuh. Aku pasti akan selalu membutuhkanmu ketika aku disakiti orang lain.

Hari-hari semakin ku harapkan melambat, dan tak kuharapkan melaju cepat. Aku masih ingin melewati hari-hari denganmu, tanpa ikatan dengan orang lain. Aku pun tahu pasti hari-hariku nanti tidak akan sama seperti dulu lagi. Akan ada masa dimana aku menangis sepanjang malam karena rindu pada candamumu yang begitu nyaman dan mampu meninggalkan bahagia padaku. Akan ada waktu dimana aku merasa sangat kesepian sekalipun aku sedang berada di tengah keramaian.Tapi mau tidak mau kita memang harus menghadapinya bukan? Yang kita perlukan hanyalah harus membiasa tanpa perlu lagi menyalahkan garis Tuhan. Yakinlah, jika kita mencintaiNya, rasa sakit ini hanya akan menyiksa sementara.

Kau dan aku seperti bara Api. Mungkin Bara Api ini memang belum terlalu besar dan terlihat namun tak bisa juga dikatakan kecil. Rasanya? Jangan ditanya. Sungguh berat. Rindu yang membelenggu setiap waktu melihat ke layar hp sekali waktu, berharap kau datang lagi dan menghiasi tiap layarku.

Untuk kamu yang tak ku miliki,
Selalu sebut namaku dalam do'amu, karna aku tak pernah sedikitpun melewatkan hal itu..
Dan berharap ketidakmungkinan ini akan disemogakan oleh-Nya..

Wednesday, November 23, 2016

Rinduku Tak Lekang Oleh Waktu, Ayah

Sajak untuk sosok yang pernah Kau ciptakan untuk menemani kami sebentar..

Kepada sosok yang tak pernah ku lupa paras sempurnanya..

Aku ingin berkeluh kesah. Akankah kau memberikanku waktu sebentar? Untuk sekedar bercerita semasa kau tak menemaniku lagi disini.

Akankah kau meminjamkan pundakmu sesaat? Untuk sekedar bersandar dan tertawa bersama untuk menghempaskan rasa kehilangan yang ada..

Titik keberadaanmu sudak tak terlihat kasat mata lagi..
Keringat lelah dan engah nafasmu sudah tak ku ketahui lagi..

Wahai rajaku yang tak pernah tergantikan,

Kini aku mencoba untuk menjadi sepertimu. Bukan dengan maksud ingin menggantikanmu, aku hanya ingin membahagiakan orang terkasih sama seperti yang kau lakukan saat itu. Dengan jerih payah yang kau bagi disetiap waktunya, paruh waktu yang kau sempatkan untuk berbicara banyak hal kepadaku ketika kau menyandarkan badan tegakmu di sofa kesayanganmu.

Ayah..
Banyak cerita yang kau tuturkan setiap harinya. Banyak harapan yang kau perjuangan untuk orang-orang yang sangat menyayangimu.
Aku tak pernah melupakannya, niat pun tak pernah ada.

Ayah..
Bila kau tau saat ini apa yang ku raih dan ku genggam, kau pasti akan turut bersorak atas semua ini. Sorak gembira bersama kami disini. Kau bisa tebak apa yang aku genggam dan ku raih? Saat ini aku menggenggam beberapa helai kain hitam yang sudah menjadi jahitan dengan bentuk pakaian dengan ukuran lebih besar dari pakaianku biasanya. Saat ini aku meraih gelar, gelar Sarjana Teknik yang kau harapkan sejak lama. Gelar ini tak pernah lepas dari perjuanganmu saat itu, Ayah..

Ingin ku memelukmu, sama seperti kawan-kawanku yang bersorak sorai dengan tangis bahagia dalam pelukan kedua orang tuanya. Hari itu aku hanya memeluk teman hidupmu ayah, orang yang paling berarti dalam hidupku juga, sama sepertimu. Ibu. Iya, Ibu. Hanya Ibu. Aku menyayanginya lebih dari apapun. Orang yang kau cintai sejak dulu sehingga kau dapat memiliki 2 orang anak, aku dan adik. Anak-anak yang ingin selalu memenuhi apa yang kau inginkan dan apa yang membuatmu bangga sepanjang umurmu.

Ayah..
Tak sedikitpun rasa sesalku ada atas kepergianmu. Tapi maaf, kali ini aku memiliki hati jelek. Aku iri, ayah. Aku iri pada mereka. Mengapa tak kau tunggu kami sampai kami benar-benar bisa memenuhi kebahagiaanmu? Aku tak ingin menyalahkan takdir yang t’lah kami lalui. Aku juga tak ingin menyalahkan suratan yang mengaturmu untuk mendahului kami..

Ketika sakit ini menghujam rasa terdalamku, seakan aku tak memiliki rasa semangat sedikitpun untuk membuat duniaku berwarna lagi, aku merasa seperti orang terapuh didunia. Aku seperti orang terlemah dijagat raya ini. Ku lihat di sisi tempat tidurku setiap ku ingin tertidur lelap dalam malam, ada sekotak gambar. Gambar ceria, ceriaaaa sekali. Setiap ingin ku pejamkan mata, ku sempatkan waktuku untuk bercerita pada benda kotak itu. Meski terlihat seperti orang yang bodoh karna berbicara pada benda mati, tapi itulah caraku untuk berbagi cerita keseharianku padamu, ayah. Dengan memandang foto kita berempat, dengan paras bahagia tentunya.

Aku hanya ingin mengatakan atas apa yang terjadi pada hari-hariku setelah kepergianmu..
Dan hanya ingin mengungkapkan rasa banggaku atas semua yang telah aku capai dengan jerih payahmu yang tersisa sampai saat ini.

Terima kasih dalam doaku tak akan pernah habis, ayah..

Rasa rindu dan sayangku yang tak pernah terlupa di setiap bait doaku..

Karna merindukanmu adalah separuh dari rasa semangatku..



Untukmu Ayah..

Thursday, May 28, 2015

Dan Tak Seharusnya





Kala langit senja mulai memerah, aku masih terpaku disini. Ditempat yang sangat ramah dan damai untukku. Iya, ditengah-tengah padang ilalang bersama sejuknya ilalang-ilalang yang di hembus angin sore. Teringat perkataan seseorang yang selalu menenangkan aku saat itu.

“Mengapa kau terus bersedih dan terlarut akan perasaanmu yang tak pernah terbalas? Sedangkan diluar sana banyak yang memperjuangkanmu untuk menggapai cinta yang selama ini kau harapkan meski tak sesuai dengan yang kamu mau.”

Hingga saat ini sosok itu masih ada. Entah tersadari ataupun tidak, meski aku pun sudah memiliki kesayangan tersendiri. Sebut saja ia Hengky, sosok yang sejak lama dekat denganku dan mungkin ia sudah mengenal seluk hingga belukku. Bagaimana tidak? Aku pun sempat menyimpan rasa padanya dalam kurung waktu yang cukup lama, namun aku dan dia tak kunjung menjadi kita karena ia terlalu lama memposisikan hatiku dalam gantungan baju (yaa if u know with I mean aja lah yaa).

Ditengah-tengah kebersamaanku dengan Hengky ternyata ada yang lain yang sedang memperjuangkanku. Aku menyadari hal itu, dan ternyata sosok ini memang selalu ada untukku meski badai besar menerjangku saat itu. Saat itu memang gelombang-gelombang kehidupanku memang sedang goyah, keadaan yang bisa digolongkan ke dalam situasi kritis sepertinya. Banyak yang menjauh, dan hanya yang benar-benar menggenggamku yang akan membuatku bangkit. Nah disanalah yang membuatku kagum, dialah Vino. Pada kala itu sosok Hengky hanya sekedar menyemangatkanku melalui pesan-pesan singkat yang tak pernah putus agar ia mengetahui kondisiku.

Setelah kurang lebih 3 tahun aku menjalani kebersamaan bersama Vino. Bahagia, nyaman, dan perasaan lainnya yang menunjukkan aku tak pernah sedih sedikitpun bersamanya. Aku merasa bersyukur memiliki dan menyayanginya. Namun di sisi lain aku memperhatikan perubahan Hengky yang sedikit murung.

“Gin, kalo misalkan ada orang yang masih sayang sama lo. Lo akan berbuat apa?”

Aku sedikit kaget, mengapa pertanyaan itu yang terlontar dari mulutnya. Ku akui memang kedekatanku dengan Hengky memang tak perlu dipertanyakan lagi.

“Kok nanyanya gitu ky?”
“Gapapa, nanya aja”
“Ya mungkin gue pun cuma bisa sekedar menghargai sama orang yang udah sayang sama gue, atau gue juga bales sayang juga sekedar sayang yang ga melebihi temen. Saling menyayangi itu kewajiban setiap manusia kan? Kan cinta damai, hehe”
“Ah bisa aja lo ngarangnya. Lo kan juga udah punya Vino ya, ya ga mungkin juga balesnya lebih dari temen”
“Nah tuh udah pinter, ngapain nanyaaaaa”

Mendengar perkataanku ia sedikit murung, aku seperti merasakan apa yang ia rasakan. Pasti rasanya sesak dan sakit untuk menerimanya. Namun aku memang sayangkan sebelumnya, Hengkyyyyyy kenapa lo ga pernah bilang kalo lo sayang sama gue? Sebenarnya antara aku dan dia memang sudah saling menyadari atas perasaan yang hadir dalam diri masing masing. Hanya saja mungkin waktu tak pernah menjawab kapan kita akan bersatu dan hingga akhirnya aku menyerah dan menyambut Vino yang memperjuangkan aku.

Sekitar sebulan yang lalu aku mendapat kabar bahwa Hengky tlah memiliki kekasih. Aku berkata aku turut bahagia. Namun ada yang aneh dalam hal ini. Entah mengapa hati terasa sesak dan sakit.

Hengky mengirim pesan singkat untuk memberitahuku.

“Hai Gina..”
“Hai ky, tumben. Ada apa? Kayanya lagi bahagia-bahagianya nih ya hehe di Path nya sumringah gitu” (mungkin aku juga termasuk orang yang sering memperhatikannya sejak dulu)
“Hehehe iya ah tau aja lagi -_-“
“Cieee pacar baru nih? Akhirnyaaa.. ”
“Ah engga kok, jangan ngeledek dong”
“Udah ngaku aja sih, masih kaku aja kan sama gue”
“Hehehe iya iya, tapi lagi sedih nih. Dia lagi sakit, sedih terus bawaannya, Gin..”

Hei, perasaan apa ini. Memulai pembicaraan ini hatiku seperti tersambar petir. Rasa apa ini? Mengapa aku merasa sesak? Mengapa aku merasa sakit? Tak seharusnya aku merasakan hal ini. Harusnya aku bahagia mendengarnya. Aku menjawab dengan kalimat-kalimat yang seharusnya, bukan dengan kalimat-kalimat yang saat ini sedang ku rasa.

“Yeeh yaudah lo ajak ketawa aja biar kek orang sableng haha”
“Ah lo mah serius juga, kira-kira dia bakal suka apaan ya. Pengen bikin surprise buat dia deh biar seneng gitu”
“Apa ya, dia suka boneka? Atau kasih dia karikatur gambar kalian, itu kan lucu pasti dia seneng deh”
“Oh iya Gin, lo kan pinter design sekaligus editing tuh. Bantuin lah hehe, bikin ya? Ya ya ya?”

Sedikit berat, namun aku tak boleh terlihat murung. Dan entah mengapa pembicaraan ini memang membuatku terdiam sejenak.

”Iya iyaaa, bawel”

Aaaah Hengky!! Perasaanku kini campur aduk. Sakit iya, nyesek iya. Duh ! Tak seharusnya aku merasakan hal ini. Namun rasa ini tak pernah mengurangi rasa sayangku terhadap Vino sedikitpun. Rasaku utuh. Namun ini aneh, apa ini cemburu? Cemburu untuk apa? Bukankah harusnya aku bahagia? Aku seperti merasakan perasaan yang ia rasakan selama aku menjalin kebersamaan bersama Vino selama ini.

Tak seharusnya aku sedih melihatnya bahagia kekasihnya.
Tak seharusnya aku murung mendengar cerita-cerita bahagianya bersama wanitanya.
Tak seharusnya aku begini, dan sudah seharusnya aku mendoakan yang terbaik untuknya.

Wednesday, April 29, 2015

Kebisuanku Saat Cinta Itu Datang


Karna mungkin aku memang cinta dengan menulis..
Entah yang aku tulis akan berarti atau pun tidak, namun yang pasti akan banyak makna yang tersirat yang sudah ku terapkan didalamnya..

Mungkin dengan menulis aku mampu mengutarakan segala hal,
Mulai dari aku mengagumi, menyayangi, kesakitan, bahkan rasa sedih yang tak terpancarkan sekalipun..
Aku bukanlah tipe wanita pengadu,
Bukan pula tipe wanita bawel dalam hal perasaan..
Aku bisu dalam hal itu,
Iya bisu..

Aku bisu..
Aku tak mampu menjadi seperti mereka yang dikebanyakan mudah mengutarakan
Aku bukanlah mereka yang pandai mengungkapkan
Aku lebih banyak bicara dengan diri sendiri, dalam ruang hening, dan dalam hati yang tertutup..
Tak sedikit pula hal-hal bodoh yang ku lakukan dala kebisuanku
Mengagumimu diam-diam misalnya..
Dan hingga pada akhirnya ia pun tak kunjung datang merasakan hal yang ku rasa,
Dan ia pun menemukan kekagumannya sendiri
Dan lagi-lagi..
Bukan aku..
Dan aku pun kembali di penyesalan dalam kebisuanku,
Mengapa aku tak pernah mampu mengatakannya dan mengungkapkannya dari awal?

Hal-hal yang telah terjadi diwaktu lampau membuat aku dan bibirku berada dalam nuansa hening dan takut,
Takut apa yang aku ucapkan akan membuatnya ia pergi,
Takut apa yang aku lakukan akan membuatnya ia benci,
Takut, dan takut..

Mungkin memang kebisuanku dalam hal ini memang sebuah kelemahan.
Kelemahan yang tak pernah terlihat, da kelemahan yang menjadikanku kuat..

Sunday, December 28, 2014

Kebahagiaan itu ada, tapi nanti

Hai dunia..
Berakhirnya sebuah kisah itu menyakitkan bukan?
Taukah kamu? sosok yang selama ini aku banggakan itu ternyata kini sudah tiada. Cepat sekali rasanya cerita ini berakhir dengan sangat mengecewakan.
Ku fikir, pada saat itu memang aku telah menemukan cahaya yang selama ini aku cari. Namun, semua tidak seperti apa yang aku impikan.

Saturday, October 4, 2014

Mungkin Tidak Bagimu

Mungkin memang tiada arti..
Mungkin memang tak pernah berarti..

Kadang ingin berubah seperti kupu-kupu, yang bisa terbang kesana kemari menikmati keindahan taman beraroma sejuk dari bunga-bunga yang ada..
Kadang ingin seperti singa, yang ditakuti dan disegani semua rekannya karena ia dikenal sangat lah jahat..

Tuesday, July 8, 2014

Kau Pantas Bahagia



Aku memang suka keramaian, ramai banyaknya orang lalu lalang berpergian bukan ramainya orang lalu lalang dengan berbagai belanjaan yang mereka kayuh dikedua tangan mereka. Aku bukan tipe orang yang cinta sekali dengan belanja ataupun shopping. Aku lebih senang traveling, jalan-jalan ke setiap sudut menikmati pemandangan yang sudah disediakan Tuhan untuk dipelihara serta dinikmati hamba-hambaNya. Ah abaikanlah basa-basiku ini, aku terlalu banyak basa basi untuk menuliskan sebuah bait. Sudahlah..

Friday, May 16, 2014

Sejuta Maaf

Maaf bila kehadiranku tak diinginkan olehmu.
Maaf bila waktuku selalu habis dengan mengisi ruang otakku untuk memikirkanmu.
Maaf bila apa yang selalu kucari selalu tertuju pada arahmu.

Sunday, April 6, 2014

Karena Aku Masih Mampu Diam

Mungin memang ada saatnya untuk terus terdiam.
Mencintaimu dalam diam..
Memperhatikanmu di jarak kejauhan..
Mencuri pandangan kearahmu dengan perlahan..
Dan mengkhayal adanya dirimu dalam lamunan..

Kala saat itu mungkin tak ada waktu yang mempertaruhkan kita disuatu tempat dan kondisi, mungkin aku tak akan pernah tau dan tak akan pernah paham hadirnya sosok indah sepertimu. Saat dimana aku seketika diam saat kau mulai memandangku. Memang tak begitu spesial kalau difikir, tapi entah mengapa dadaku seperti tertabrak tebing keras dan berasa bergetar saat kau mulai mendekat. Tak ada pertanyaan dan pernyataan yang spesial pula, tapi ingin sekali ku ingin menghentikan waktu, agar waktu itu tak berlalu dan selalu bersamamu.

Sesekali kau melihat ke arah gadget yang berada di genggamanmu, sedikit aku merasa gelisah. Kenapa harus gelisah? Entahlah. Aku merasa kau seperti sedang menanti  sesuatu yang akan muncul dilayar gadgetmu, tapi tak kunjung muncul. Lantas? Gelisahku karna apa?

Entahlah, aku gelisah bahwa kau sedang memperhatikan atau bahkan mengharapkan seseorang dan itu bukan aku. Gelisahku hadir tanpa aku minta dan aku undang..
Gelisahku muncul dengan tujuan yang mungkin sepele bagimu,
iya.. Gelisahku takut kehilanganmu misalnya..

Memang terasa seperti manusia bodoh, namun aku masih saja tetap tak mampu untuk memalingkan dari sosok dirimu..

Aku masih mampu tertawa, bila aku melihat bahagiamu muncul meskipun bukan aku penyebab dari bahagiamu..
Aku masih mampu tersenyum, bila aku memandang sipu wajahmu meskipun bukan aku penyebab yang membuat kau tersipu..

Tuesday, December 4, 2012

Kebahagiaan itu ada, tapi nanti

Hai dunia..
Berakhirnya sebuah kisah itu menyakitkan bukan?
Taukah kamu? sosok yang selama ini aku banggakan itu ternyata kini sudah tiada. Cepat sekali rasanya cerita ini berakhir dengan sangat mengecewakan.
Ku fikir, pada saat itu memang aku telah menemukan cahaya yang selama ini aku cari. Namun, semua tidak seperti apa yang aku impikan.

Aku sangat sedih, entah terkadang aku harus menangis atau tersenyum karena melihat sosok itu bahagia. Bukan denganku, melainkan dengan merpati cantik di seberang sana.

Hai dunia..
Aku sering berangan-angan bahwa elang gagah seperti dia akan menyambut itik kecil buruk rupa sepertiku bukan?
Ya benar, itu hanya anganku dan tak pernah untuk dijadikan nyata.

Aku bisa merasakan betapa bahagianya elang gagah seperti dia dapat memiliki merpati cantik yang memiliki keindahan luar biasa seperti yang dia miliki sekarang. Aku tak bisa pungkiri bahwa merpati itu benar-benar sempurna. Wajar saja sang elang gagah itu tak pernah melihat itik kecil buruk rupa sepertiku..

Dunia..
Aku selalu bercerita tentang elang gagah padamu. Tentang bagaimana dia memperlakukan aku dan baiknya dia menyambut aku dalam hidupnya pada saat-saat indah itu. Aku tak pernah bosan membicarakan pertemuan tak terduga antara aku dan elang gagah itu. Tapi, aku tak boleh terus larut dalam hal ini. Aku harus mengerrti keadaan yang kini sudah merubah segalanya.

Wahai dunia..
Aku tak bisa banyak berbicara lagi tentang sosok itu. Merpati indah nan menawan itu pasti sangatlah beruntung memiliki pengawal seperti elang gagah disana. Aku turut bahagia..
Sesedih dan sesakit apapun hati ini aku harus mengatakan bahwa aku bahagia..

Ya..
Tak ada cahaya lagi yang menyinari lorongku..
Tak ada serpihan karang lagi dipinggiran pantai..
Memang sebuah pertemuan pasti ada perpisahan, entah kapan, dimana, dan pada siapa..

 Kini waktu berjalan maju, tak pernah mundur!
Sang itik kecil buruk rupa sepertiku pun mencoba untuk mengepakkan sayapnya, mencoba untuk terbang..
Namun aku tak mampu, mengapa? Aku hanya seekor itik, bukan merpati indah yang mampu mengepakkan sayapnya seperti sosok yang berada dalam kehidupan elang gagah itu.

Ah..
Aku memang tak mampu melakukan apa-apa, namanya saja itik kecil buruk rupa. Wajar saja bila aku harus terus jatuh dan tak bisa pergi dengan kepakan sayapku ini. Karena bentuk sayapku saja tidak seindah sayap merpati itu.

Baiklah..
Kebahagiaan pasti akan tiba bila saatnya nanti mengharuskan untuk bahagia, dan itu bukan untuk saat ini.
Aku masih menunggu kebahagiaan itu.. ^_^